Pemilihan Bagus Dyah Cilik 2019

Ikatan Bagus Dyah .Kabupten Magetan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan telah melaksanakan pemilihan  Bagus Dyah Cilik Kabupaten Magetan tahun 2019.

Grand Final Bagus dan Dyah dilaksanakan di Gedung  PGRI, Magetan, Sabtu  (27/07/2019) Malam.

Setelah melewati  berbagai macam seleksi awal yang telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2019 bertempat di Magetan Park diperoleh 10 pasang Bagus Dyah cilik yang masuk final dan selanjutnya menjalani serangkaian seleksi tahap berikutnya , hasilnya Sukma Jati  dinobatkan sebagai Bagus Cilik  tahun 2019, Sedangkan Dyah 2019 diraih Amelya Destyana.

 

Penetapan kejuaraan pemilihan  Bagus dan Dyah Cilik  Kabupaten Magetan tahun 2019 Sebagai Berikut :

1.  Wakil 1 : Narotama Destano& Anggita Cicilia

2.  Wakil 2 : Satria Bayu & Jasmine Hayyu

3.  Berbakat : Brian Wira & Marissa Aurellia.

4. Favorit : Agsan brian & Zevannya Caren

 

FESTIVAL MAKANAN KHAS TAHUN 2019

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bukan hanya terkenal dengan kekayaan budaya dan destinasi alam serta buatan yang terkenal menakjubkan. Provinsi Jawa Timur juga dikenal gudangnya kuliner Nusantara yang memiliki makanan khas.

Berbagai makanan khas dengan cita rasa yang menggugah selera tentunya dapat kita jumpai di berbagai wilayah. Saking banyaknya, terkadang wisatawan dibingungkan dengan berbagai pilihan kuliner yang disajikan ketika mengunjungi Provinsi  di Pulau Jawa  khususnya Jawa Timur.

Guna menampung dan memperkenalkan keanekaragaman kuliner khas dari berbagai daerah di Jawa Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa timur kembali menggelar Festival Makanan Khas Jawa Timur (FMKJT) 2019 pada hari Rabu (19/6).

Event tahunan ini juga menjadi ajang menggali potensi beragam makanan tradisional yang merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh berbagai daerah di Jawa Timur dan sekaligus ajang promosi wisata bagi daerah – daerah di Jawa Timur.

Bertempat di Graha Wilwatikta Pandaan Pasuruan Jatim, event ini diikuti oleh para pengusaha hotel, restoran, rumah makan, jasa boga yang merupakan perwakilan dari 24 kabupaten/kota se Jawa Timur.

Para peserta dibebaskan mengkreasikan menu baru ataupun resep yang sudah ada. Tak menutup kemungkinan tersaji menu baru yang nantinya dapat menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Seperti salah satu sajian yang berasal dari Kab. Magetan yang berasal dari tanaman khas Kab. Magetan yaitu Parijotho, Rujak Parijotho berbahan utama buah dari Tanaman Parijotho tekturnya yang manis dan asam menjadi khas makanan tersebut.

Khusus event Festival Makanan Khas Jawa Timur (FMKJT) 2019 kali ini, Rumah Makan Pinus dan Rumah Maakan Ecalyptus dari Kawasan Wisata Mojosemi Forest Park yang merupakan perwakilan dari Kab. Magetan  dengan konsep Makanan Khas Daerah Sarangan.

Petirtaan Dewi Sri

Pertitaan Dewi Sri terletak di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan merupakan salah satu destinasi wisata Budaya. Pertitaan Dewi Sri dikelola   langsung   oleh  Pemerintah   Kabupaten  Magetan  bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Balai  Pelestarian Peningggalan Purbakala   (BP3)   Trowulan,

Mojokerto, untuk  menjadikan situs Pertitaan Dewi Sri sebagai obyek Wisata Budaya di Magetan. Banyak pengunjung datang ketempat wisata ini.  Pada bulan Suro (Muharam), dilaksanakan upacara bersih desa.

Pada upacara bersih desa tersebut dilaksanakan pengurasan kolam, sehingga keberadaan situs sangat jelas.  Yang menarik dari event ini adalah dengan dijogetkannya lele raksasa pada acara puncak bersih desa tersebut.  Keberadaan situs ini sangat terkenal, baik didalam maupun luar Magetan.

 

Mojosemi Forest Park

Mojosemi Forest Park, adalah wisata alam yang terletak ± 1 Km ke arah barat Telaga Sarangan.  Mojosemi Forest Park merupakan wahana baru di Kabupaten Magetan.  Mojosemi Forest Park adalah wahana wisata alam dan buatan yang pengelolaannya bekerja sama antara Perum Perhutani Lawu DS dengan pihak swasta, disatu sisi untuk menjaga kelestarian alamnya, dan diisisi lainnya merupakan salah satu sarana edukasi bagi para wisatawan untuk lebih mengenal berbagai jenis tanaman hutan yang ada.

Vegetasi tanaman yang ada di Mojosemi Forest Park meliputi Pinus (Pinus sp); Puspa (Schima Wallichii); Jamuju (Podocarpus Imbricatus); Ekaliptus (Eucalyptus sp) dan lain-lainnya.  Fasiltas yang disediakan oleh Mojosemi Forest Park meliputi Glamour Camping; Camping Ground, Air Terjun Tirto Mojo; Out Bound; Flying Fox, Skywalk; ATV; High Rope Adventure; Ekaliptus Resto & Cafe; Air Sofgun Zone; Archery Zone, dan fasilitas lainnya.  Mojosemi Forest Park dapat menampung lebih dari 1.000 orang, disamping itu Mojosemi Forest Park juga menyediakan fasilitas umum lainnya seperti tempat parkir; Toilet; Mushola; Aula; Tempat Penginapan dan juga pusat oleh-oleh khas Magetan.

Akses menuju ke Mojosemi Forest Park sangat mudah dijangkau baik dengan moda transportasi umum maupun mobil pribadi.

Gebyar Labuhan Sarangan

Gebyar Labuhan Sarangan merupakan upacara ritual bersih desa yang diselenggarakan setiap tahun pada hari Jum’at Pon Bulan Ruwah.  Upacara tersebut bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat desa atas limpahan berkah dari Yang Maha Kuasa yang diwujudkan dengan pelarungan tumpeng ke dalam telaga.

Selain untuk melaksanakan ritual bersih desa masyarakat kelurahan Sarangan, acara ini dikemas sebagai event promosi pariwisata dan produk unggulan di Kabupaten Magetan.  Pelaksanaan event promosi tersebut adalah pada Hari Minggu setelah dilaksnakannya upacara bersih desa hari Jumat Kliwon.

 

Festival Muharam

Dalam memperingati datangnya  Bulan Muharam di Kabupaten Magetan digelar berbagaiacara diantaranya  diadakan festival musik Ledhug (musik Lesung dan Bedug, musik khas Kabupaten Magetan ) serta digelarnya Kirab Nayoko Projo dan Andum Berkah Bolu Rahayu.  Pada acara tersebut masyarakat sangat antusias berebut roti bolu, karena sebagian besar dari mereka percaya bahwa jika mendapatkan bolu tersebut mereka akan mendapatkan anugrah.