Ayam Panggang Gandu

Ayam panggang adalah masakan kuliner khas Magetan yang memberikan rasa special dan nikmat khas kota Magetan.  Rasanya sangat cocok untuk pecinta wisata kuliner. Di Kecamatan Karangrejo(14 km arah timur dari pusat kota Magetan) tepatnya di Dukuh Gandu Kelurahan Karangrejo terdapat kawasan pusat kuliner ayam panggang, sehingga kuliner ayam panggang lebih dikenal dengan istilah ayam panggang gandu.  Ayam panggang Gandu ini mempunyai daya tarik tersendiri yang akan membuat orang selalu ingin kembali untuk menikmatinya.

Daging ayam kampung yang empuk, rasa bumbu yang menggigit, dan aroma bakaran yang menggugah selera adalah beberapa hal yang tak mudah dilupakan setelah menyantapnya.  Proses memasaknya pun cukup unik , dimana ayam yang dibakar tidak langsung bersentuhan dengan api, karena dipanggang di atas semacam kuali yang diletakkan di tas tungku pembakaran tradisional dari tanah liat.  Bahan bakar yang digunakan adalah berasal dari kayu, proses pemasakan  inilah yang menghasilkan aroma dan rasa yang khas dari ayam panggang Gandu.  Ayam panggang Gandu sangat pas disajikan bersama dengan menu khas lain yaitu urap-urap, botok; pelas dan lalap.

Rest Area Mbah Joe Resort

Mbah Joe Resort adalah merupakan  wisata kuliner dan rest area yang menyediakan aneka masakan yang rasanya sangat bersahabat di lidah.

Fasilitas yang disediakan Mbah Joe Resort antara lain karaoke; masjid; ruang konferensi, kolam renang , toilet, tempat parkir dan spot selfie.   Mbah Joe Resot terletak ± 2  Km sebelah barat telaga Sarangan, lokasinya sangat mudah dijangkau baik dengan kendaraan roda 4 maupun kendaraan roda 2. Tempatnya sangat nyaman dengan udara yang sejuk akan membuat para pengunjung sangat berkesan dan ingin kembali kesana.

Kerajinan Anyaman Bambu Ringinagung

Pusat kerajian bambu berada di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan. Desa Ringinagung berjarak ± 2 Km dari pusat kota Magetan.  Produk yang dihasilkan berupa caping; pincuk bambu; piring bambu; tempat tisu; tempat lampu; wadah parcell dan lain-lain.

Kerajinan bambu banyak dikirim ke luar daerah maupun di dalam daerah  berdasarkan pesanan.  Pemesan kerajinan bambu desa Ringinagung, tidak hanya berasal dari kabupaten Magetan saja, tetapi juga berasal dari luar Kabupaten Magetan.

Petirtaan Dewi Sri

Pertitaan Dewi Sri terletak di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan merupakan salah satu destinasi wisata Budaya. Pertitaan Dewi Sri dikelola   langsung   oleh  Pemerintah   Kabupaten  Magetan  bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Balai  Pelestarian Peningggalan Purbakala   (BP3)   Trowulan,

Mojokerto, untuk  menjadikan situs Pertitaan Dewi Sri sebagai obyek Wisata Budaya di Magetan. Banyak pengunjung datang ketempat wisata ini.  Pada bulan Suro (Muharam), dilaksanakan upacara bersih desa.

Pada upacara bersih desa tersebut dilaksanakan pengurasan kolam, sehingga keberadaan situs sangat jelas.  Yang menarik dari event ini adalah dengan dijogetkannya lele raksasa pada acara puncak bersih desa tersebut.  Keberadaan situs ini sangat terkenal, baik didalam maupun luar Magetan.

 

Pendakian Puncak Lawu

Wisata pendakian Gunung Lawu merupakan wisata minat khusus yang berada pada jalur Cemorosewu yang terletak di Desa Cemorosewu, Kecamatan Plaosan.  Obyek wisata ini dikelola oleh Perhutani dan namanya telah terkenal baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Puncak Lawu mempunyai ketinggian 3.654 meter diatas permukaan laut dan dapat ditempuh dengan berjalan santai sekitar 6 – 8 jam dengan jalan kaki.  Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam dan keasrian dari Gunung Lawu yang masih alami serta kondisi udara yang sejuk menjadikan wisatawan merasa rileks ketika berada di kawasan ini. Keunikan dari kawasan ini adalah ketika tanggal satu Muharram, banyak wisatawan yang mendaki Gunung Lawu. Keragaman dari wisata di kawasan ini selain Gunung Lawu adalah potensi kebuh buah strawberry yang ada disekitar kawasan ini.

Mojosemi Forest Park

Mojosemi Forest Park, adalah wisata alam yang terletak ± 1 Km ke arah barat Telaga Sarangan.  Mojosemi Forest Park merupakan wahana baru di Kabupaten Magetan.  Mojosemi Forest Park adalah wahana wisata alam dan buatan yang pengelolaannya bekerja sama antara Perum Perhutani Lawu DS dengan pihak swasta, disatu sisi untuk menjaga kelestarian alamnya, dan diisisi lainnya merupakan salah satu sarana edukasi bagi para wisatawan untuk lebih mengenal berbagai jenis tanaman hutan yang ada.

Vegetasi tanaman yang ada di Mojosemi Forest Park meliputi Pinus (Pinus sp); Puspa (Schima Wallichii); Jamuju (Podocarpus Imbricatus); Ekaliptus (Eucalyptus sp) dan lain-lainnya.  Fasiltas yang disediakan oleh Mojosemi Forest Park meliputi Glamour Camping; Camping Ground, Air Terjun Tirto Mojo; Out Bound; Flying Fox, Skywalk; ATV; High Rope Adventure; Ekaliptus Resto & Cafe; Air Sofgun Zone; Archery Zone, dan fasilitas lainnya.  Mojosemi Forest Park dapat menampung lebih dari 1.000 orang, disamping itu Mojosemi Forest Park juga menyediakan fasilitas umum lainnya seperti tempat parkir; Toilet; Mushola; Aula; Tempat Penginapan dan juga pusat oleh-oleh khas Magetan.

Akses menuju ke Mojosemi Forest Park sangat mudah dijangkau baik dengan moda transportasi umum maupun mobil pribadi.

Masjid Agung Bautussalam

Di sebelah barat aloon aloon Magetan terdapat pusat kegiatan umat Islam (Islamic Center) yaitu di Masjid Agung Baitus salam.  Masjid ini adalah masjid tertua di Kabupaten Magetan.  Bangunan yang kokoh dan tempatnya dipusat kota membuat masjid ini banyak didatangioleh umat Islam dari berbagai pelosok kota Magetan.

Makam Ronggo Galih

Makam Eyang Ronggo Galih merupakan salah satu destinasi wisata sejarah di Kabupaten Magetan.

Makam tersebut terletak di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo ± 5 Km arah barat dari pusat kota Magetan.   Eyang  Ronggo Galih merupakan Bupati ke 2 Kabupaten Magetan yang memerintah pada tahun 1703 – 1709.

Banyak pengunjung/peziarah dari dalam maupun luar Magetan datang ke makam Eyang Ronggo Galih untuk mendapatkan wahyu.

Makam GBRAy. Maduretno

Makam GBRA Maduretno terletak di Gunung Bancak, Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, ± 18 Km arah tenggara dari kota Magetan.  Sebagai obyek wisata spiritual, tempat ini dijadikan untuk tempat semedi dan ziarah oleh warga masyarakat luar maupun dalam kota Magetan.  Makam ini ramai pada tanggal 1 Suro dan untuk menuju ke lokasi tersebut harus melewati jalan kampung dengan kondisi jalan yang masih sempit dan menanjak, dengan tebing yang terjal, sehingga harus berhati-hati untuk mencapai obyek wisata tersebut.

Menurut cerita suami dari GBRA Maduretno yang dikenal dengan nama KPAH Ronggo Prawirodirjo III merupakan Adipati Maospati Madiun ke III.  Beliau dihukum mati karena memberontak melawan penjajahan Belanda, dan dinyatakan sebagai pejuang perintis melawan Belanda oleh Sri Sultan Hamengku Buono IX. Banyak pengunjung/peziarah dari dalam maupun luar Magetan datang ke makam GBRAy Maduretno untuk mendapatkan petunjuk tentang masalah yang dihadapi atau agar supaya keinginannya tercapai.

Gebyar Labuhan Sarangan

Gebyar Labuhan Sarangan merupakan upacara ritual bersih desa yang diselenggarakan setiap tahun pada hari Jum’at Pon Bulan Ruwah.  Upacara tersebut bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat desa atas limpahan berkah dari Yang Maha Kuasa yang diwujudkan dengan pelarungan tumpeng ke dalam telaga.

Selain untuk melaksanakan ritual bersih desa masyarakat kelurahan Sarangan, acara ini dikemas sebagai event promosi pariwisata dan produk unggulan di Kabupaten Magetan.  Pelaksanaan event promosi tersebut adalah pada Hari Minggu setelah dilaksnakannya upacara bersih desa hari Jumat Kliwon.